Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Jalan Golongan Yang Selamat

Jalan Golongan Yang Selamat

Hendaknya engkau membenahi dan meluruskan akidahmu sesuai jalan golongan yang selamat, yaitu golongan yang sudah dikenal dari golongan-golongan Islam lainnya dengan sebutan Ahlussunnah Wal Jama'ah. Merekalah orang-orang yang memegang teguh ajaran Baginda Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam dan para sahabatnya.

Jikalau engkau perhatikan dengan pemahaman yang lurus dari hati yang jernih nas-nas yang ada dalam al-Kitab dan as-Sunnah yang berisi tentang ilmu-ilmu keimanan, serta engkau membaca sejarah para salafunasshalihin dari kalangan sahabat dan tabi’in, niscaya engkau akan menjumpai, bahwa kebenaran hanyalah ada pada golongan yang identik dengan asy-‘Ariyah yang dinisbatkan pada al-lmam asy-Syeikh Abui Hasan al-‘Asy’ari R.a.

Beliau benar-benar telah menata kaidah-kaidah akidah golongan yang benar dan telah menyebutkan dalil-dalilnya. Itulah akidah yang telah disepakati oleh para sahabat dan para pemuka tabi’in sepeninggal mereka. Itulah akidah golongan yang benar disetiap zaman dan tempat. Itulah akidah kebanyakan ahli tasawuf, sebagaimana yang dijelaskan oleh al-lmam asy-Syeikh Abul Qasim Alqusyairi R.a dipermulaan Kitab ar-Risalah Alqusyairiyah.

Dan alhamdulillah Itulah akidah kami dan akidah saudara-saudara kami dari kalangan Saadah al-Husaini yang terkenal dengan nama al-Ba’alawi, juga akidah para salaf kami sejak Rasululllah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam sampai saat ini, bahkan al-lmam al-Muhajir ra. kakek para Saadah Ba’alawi Sayyidina Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali bin Imam Ja’tar ash-Shaddiq R.a. ketika beliau melihat timbulnya berbagai macam bid’ah dan banyaknya orang-orang yang terbius oleh ambisi mereka di Irak.

Maka beliau R.a kemudian berhijrah dan terus berpindah dari satu tempat ke tempat lain hingga pada akhirnya sampailah beliau ke tanah Hadhramaut. Beliau R.a menetap disana sampai meninggal dunia, kemudian Allah S.W.T memberi keberkahan pada turunan beliau hingga terkenallah dari golongan mereka jumlah yang sangat banyak yang dikenal dengan ilmu. ibadah, kewalian dan ma’rifat.

Mereka terhindar dan berbagai macam fitnah yang menimpa sebagian Ahlul Bait an-Nabawi, seperti bid’ah terobsesi oleh pendapat yang sesat. Hal ini tak lain adalah berkah dari niat imam yang terpercaya ini dan larinya beliau menyelamatkan agamanya dari sumber-sumber fitnah.

Semoga Allah S.W.T memberi balasan dari kami dengan balasan yang lebih dari seorang anak kepada bapaknya.

Mengangkat derajat beliau bersama para leluhur beliau yang mulia di tempat yang tertinggi dan mengikut sertakan kita bersama mereka dalam keadaan baik, selamat, tanpa digantikan ataupun terkena fitnah. Sesungguhnya Dia Maha Pengasih, selain itu Madzhab al-Maturidiyah juga sama dengan al-Asy’ariyah dalam segala aspek

Hendaknya setiap mukmin melindungi akidahnya dengan menjaga salah satu akidah para imam yang telah disepakati kebesaran mereka dan ketinggian ilmu mereka. Menurutku orang yang menginginkannya tidak akan menemukan seperti akidah lengkap, jelas dan jauh dari kesamaran juga dari hal-hal yang mencurigakan.

Sebagaimana akidah al-lmam al-Ghazali R.a yang beliau sebutkan di pasal pertama dari Kitab al Qawaidul al-‘Aqaid dalam Kitab Ihya’ ‘Ulumu-din. Hendaknya engkau membacanya dan jika engkau ingin mendapatkan tambahan, maka lihatlah Kitab ar-Risalah at-Qudsiyah yang juga disebutkan di pasal ketiga dalam kitab itu.

Janganlah engkau terlalu memperdalam ilmu tauhid atau terlalu banyak ikut campur di dalamnya. Apabila engkau menginginkan hakekat dalam ma’rifat karena engkau tidak akan mendapatkan keinginanmu dari ilmu ini, tetapi jika engkau memang menginginkan hakekat dalam ma’rifat. hendaknya engkau menempuh jalannya, yaitu selalu bertakwa secara dzahir dan batin.

Merenungkan ayat-ayat dan hadits an-Nabawi. melihat keajaiban langit dan bumi dengan tujuan sebagai perenungan, mendidik akhlak diri, melembutkan kekasarannya dengan riyadhah yang baik, membersihkan cermin hati dengan menekuni dzikir dan berpikir serta berpaling dari segala sesuatu yang menyibukkan kita dari tujuan ini.

Inilah jalan pencapaian. Jika engkau tempuh, maka insya Allah engkau akan mendapatkan keinginanmu, mencapai harapanmu. Sesungguhnya para ahli tasawuf mereka berjuang melawan hawa nafsu, melatihnya dengan ekstra ketat, memutusnya dari segala kebiasannya.

Karena mereka mengetahui bahwa ma’rifat yang sempurna hanya akan dicapai melalui jalan ini, dan hanya dengan sempurnanya ma’rifat hakekat “ubudiyah bisa tercapai inilah yang merupakan keinginan dan harapan para Arifin Billah. Semoga Allah S.W.T meridhai mereka semua.

~ Al-Allamah Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad - Nasihat Untukmu Wahai Saudaraku ~

Sumber: http://www.alhabibahmadnoveljindan.org/jalan-golongan-yang-selamat/

Mengenal Ahlu Sunnah wal Jama’ah

Mengenal Ahlu Sunnah wal Jama’ah

Al-Arif Billah al-Imam as-Sayyid Abdullah ibn ‘Alawi al-Haddad (W 1132 H), Shahib Ar-Ratib Al Haddad, dalam karyanya berjudul Risalah al-Mu’awanah, pada halaman 14, beliau menuliskan;

"Hendaklah engkau memperbaiki akidahmu dengan keyakinan yang benar dan meluruskannya di atas jalan kelompok yang selamat (al-Firqah an-Najiyah). Kelompok yang selamat ini di antara kelompok-kelompok dalam Islam adalah dikenal dengan sebutan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Mereka adalah kelompok yang memegang teguh ajaran Rasulullah dan para Sahabatnya.

Dan engkau apa bila berfikir dengan pemahaman yang lurus dan dengan hati yang bersih dalam melihat teks-teks Al-Qur’an dan Sunnah-sunnah yang menjelaskan dasar-dasar keimanan, serta melihat kepada keyakinan dan perjalanan hidup para ulama Salaf saleh dari para Sahabat Rasulullah dan para Tabi’in, maka engkau akan mengetahui dan meyakini bahwa kebenaran akidah adalah bersama kelompok yang dinamakan dengan al-Asy’ariyyah. Sebuah golongan yang namanya dinisbatkan kepada asy-Syaikh Abu al-Hasan al-Asy’ari ~Semoga Rahmat Allah selalu tercurah baginya~. Beliau adalah orang yang telah menyusun dasar-dasar akidah Ahl al-Haq dan telah memformulasikan dalil-dalil akidah tersebut.

Itulah akidah yang disepakati kebenarannya oleh para sahabat Rasulullah dan orang-orang sesudah mereka dari kaum tabi’in terkemuka. Itulah akidah Ahl al-Haq setiap genarasi di setiap zaman dan di setiap tempat. Itulah pula akidah yang telah diyakini kebenarannya oleh para ahli tasawwuf, sebagaimana telah dinyatakan oleh Abu al-Qasim al-Qusyairi dalam pembukaan Risalah-nya (ar-Risalah al-Qusyairiyyah). Itulah pula akidah yang telah kami yakini kebenarannya, serta merupakan akidah seluruh keluarga Rasulullah yang dikenal dengan as-Sadah al-Husainiyyin, yang dikenal pula dengan keluarga Abi ‘Alawi (Al Abi ‘Alawi). Itulah pula akidah yang telah diyakini oleh kakek-kakek kami terdahulu dari semenjak zaman Rasulullah hingga hari ini.

Adalah al-Imam al-Muhajir yang merupakan pucuk keturunan dari as-Sadah al-Husainiyyin, yaitu as-Sayyid asy-Syaikh Ahmad ibn ‘Isa ibn Muhammad ibn ‘Ali Ibn al-Imam Ja’far ash-Shadiq ~Semoga Ridla Allah selalu tercurah atas mereka semua~, ketika beliau melihat bermunculan berbagai faham bid’ah dan telah menyebarnya berbagai faham sesat di Irak maka beliau segera hijrah dari wilayah tersebut. Beliau berpindah-pindah dari satu tempat ke tampat lainnya, dan Allah menjadikannya seorang yang memberikan manfaat di tempat mana pun yang beliau pijak. Hingga pada akhirnya beliau sampai di tanah Hadramaut Yaman dan menetap di sana hingga beliau meninggal. Allah telah menjadikan orang-orang dari keturunannya sebagai orang-orang banyak memiliki berkah, hingga sangat banyak orang yang berasal dari keturunannya dan dikenal sebagai orang-orang Ahli Ilmu, Ahli Ibadah, para Wali Allah dan orang-orang Ahli Ma’rifat.

Sedikitpun tidak menimpa atas semua keturunan Al-Imam agung ini sesuatu yang telah menimpa sebagian keturunan Rasulullah dari faham-faham bid’ah dan mengikuti hawa nafsu yang menyesatkan. Ini semua tidak lain adalah merupakah berkah dari keikhlasan al-Imam al-Muhajir Ahmad ibn ‘Isa dalam menyebarkan ilmu-ilmunya, yang karena untuk tujuan itu beliau rela berpindah dari satu tempat ke tampat yang lain untuk menghindari berbagai fitnah.

Semoga Allah membalas baginya dari kita semua dengan segala balasan termulia, seperti paling mulianya sebuah balasan dari seorang anak bagi orang tuanya. Semoga Allah mengangkat derajat dan kemulian beliau bersama orang terdahulu dari kakek-kakeknya, hingga Allah menempatkan mereka semua ditempat yang tinggi. Juga semoga kita semua dipertemukan oleh Allah dengan mereka dalam segala kebaikan dengan tanpa sedikitpun dari kita terkena fitnah. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih.

Dan ketahuilah bahwa akidah al-Maturidiyyah adalah akidah yang sama dengan akidah al-Asy’ariyyah dalam segala hal yang telah kita sebutkan".

Al-Imam al-Hafizh as-Sayyid Murtadla az-Zabidi (W 1205 H), dalam pasal ke-dua pada Kitab Qawa’id al-‘Aqa’id dalam kitab Syarh Ihya’ berjudul Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya’ ‘Ulumiddin, juz 2, halaman 6, menuliskan; “Jika disebut nama Ahlussunnah Wal Jama’ah maka yang dimaksud adalah kaum Asy’ariyyah dan kaum Maturidiyyah”.


~Risalah al-Mu’awanah - as-Sayyid Abdullah ibn ‘Alawi al-Haddad
~Qawa’id al-‘Aqa’id - as-Sayyid Murtadla az-Zabidi

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia